Kategori Pemeliharaan dan Keandalan Peralatan mencakup profesi yang bertanggung jawab menjaga kondisi, kinerja, keselamatan, dan ketersediaan peralatan yang digunakan dalam kegiatan pertambangan. Bidang ini mencakup pemeliharaan alat berat tambang, kendaraan operasional, sistem mekanis, sistem kelistrikan, instrumen, fasilitas pengolahan, conveyor, pompa, crusher, serta infrastruktur pendukung lainnya.
Profesi
235
Kompetensi
94
Pelatihan
59
Referensi
13
Mengenal Bidang Ini
Pekerjaan dalam kategori ini tidak hanya berfokus pada memperbaiki peralatan setelah mengalami kerusakan. Kegiatan pemeliharaan juga mencakup perencanaan pekerjaan, pemeriksaan kondisi, pemeliharaan preventif, pemeliharaan prediktif, analisis penyebab kegagalan, pengelolaan suku cadang, serta peningkatan keandalan aset. Tujuannya adalah mengurangi gangguan tidak terencana, mendukung keselamatan, memperpanjang umur pakai peralatan, dan menjaga kelancaran operasi. Sistem manajemen pemeliharaan terkomputerisasi (Computerized Maintenance Management System/CMMS) dapat digunakan untuk mengelola aset, jadwal pemeliharaan, perintah kerja, riwayat perbaikan, dan kebutuhan suku cadang.
Daftar Profesi
Buka kelompok untuk mengenali profesinya. Informasi kompetensi, pendidikan, software, dan pelatihan di halaman ini berlaku pada lingkup kategori; kebutuhan setiap jabatan dapat berbeda.
235 profesi dalam 9 kelompok
Maintenance Inspector
Mechanical Inspector
Electrical Inspector
Equipment Inspector
Mobile Equipment Inspector
Plant Equipment Inspector
Condition Monitoring Technician
Vibration Analyst
Vibration Monitoring Technician
Thermography Technician
Infrared Inspection Technician
Oil Analysis Technician
Lubricant Analysis Specialist
Ultrasonic Testing Technician
Non-Destructive Testing Technician
NDT Inspector
Corrosion Inspector
Wear Monitoring Specialist
Structural Integrity Inspector
Asset Integrity Engineer
Asset Integrity Specialist
Equipment Health Technician
Ruang Lingkup Pekerjaan
Maintenance Planner berfokus pada perencanaan, penjadwalan, dan kesiapan pekerjaan, sedangkan teknisi atau mekanik lebih banyak melaksanakan pekerjaan teknis di lapangan atau bengkel. Fungsi Reliability Engineer biasanya berfokus pada analisis data, strategi pemeliharaan, dan peningkatan keandalan aset. Peran tersebut dapat saling berhubungan, tetapi memiliki fokus yang berbeda. Profesi dalam kategori Pemeliharaan dan Keandalan Peralatan dapat terlibat dalam kegiatan berikut
Melakukan pemeriksaan kondisi peralatan sebelum, selama, atau setelah digunakan.
Melaksanakan pemeliharaan rutin berdasarkan jadwal, jam operasi, kondisi peralatan, atau kebutuhan teknis.
Melakukan pemeliharaan preventif untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan.
Melaksanakan pemeliharaan korektif untuk memperbaiki kerusakan atau ketidaksesuaian yang telah ditemukan.
Melakukan pemeliharaan prediktif atau berbasis kondisi menggunakan data inspeksi dan pemantauan kondisi.
Mendiagnosis gangguan mekanis, kelistrikan, hidraulik, pneumatik, instrumentasi, atau sistem kontrol.
Melakukan pembongkaran, perbaikan, penggantian, pemasangan, penyetelan, dan pengujian komponen.
Memeriksa kondisi mesin, transmisi, sistem pengereman, sistem hidraulik, sistem kelistrikan, sistem pendingin, serta komponen penting lainnya.
Melakukan pemeliharaan peralatan bergerak seperti haul truck, excavator, loader, dozer, drill rig, dan kendaraan pendukung.
Melakukan pemeliharaan fasilitas tetap seperti crusher, conveyor, mill, pompa, screen, chute, sistem kelistrikan, dan fasilitas pengolahan.
Menyusun rencana kerja pemeliharaan, termasuk kebutuhan tenaga kerja, waktu, peralatan, material, dan suku cadang.
Menyusun jadwal pemeliharaan harian, mingguan, bulanan, atau berdasarkan jam operasi.
Menyiapkan work order, instruksi kerja, daftar pekerjaan, dan dokumentasi pemeliharaan.
Mengelola riwayat perbaikan, data kerusakan, serta informasi kondisi aset melalui CMMS atau sistem perusahaan.
Mengidentifikasi kebutuhan suku cadang dan berkoordinasi dengan bagian gudang, pengadaan, atau pemasok.
Merencanakan serta mengoordinasikan kegiatan shutdown atau penghentian terjadwal untuk pemeliharaan besar.
Melakukan analisis kegagalan untuk mengidentifikasi penyebab dan mencegah terulangnya gangguan.
Menganalisis indikator seperti ketersediaan peralatan, waktu henti, frekuensi kerusakan, waktu perbaikan, dan kinerja pemeliharaan.
Melakukan pemantauan kondisi menggunakan metode seperti analisis getaran, termografi, analisis oli, pemeriksaan ultrasonik, atau metode lain yang sesuai.
Mengembangkan strategi pemeliharaan dan meningkatkan keandalan aset berdasarkan data serta kondisi operasi.
Memastikan pekerjaan pemeliharaan dilakukan sesuai prosedur, standar teknis, dan persyaratan keselamatan.
Melakukan pengujian fungsi serta verifikasi kondisi peralatan sebelum dikembalikan ke operasi.
Berkoordinasi dengan tim operasi, perencanaan, produksi, gudang, pengadaan, teknik, dan keselamatan.
Kompetensi
Kompetensi Teknis Umum
Memahami prinsip dasar pemeliharaan.
Memahami fungsi dan sistem kerja peralatan.
Memahami dasar mekanika.
Memahami dasar kelistrikan.
Memahami sistem hidraulik dan pneumatik.
Memahami penggunaan alat kerja dan alat ukur.
Mampu membaca gambar teknik dan diagram.
Memahami prosedur inspeksi.
Memahami dasar pemecahan masalah teknis.
Memahami dokumentasi pemeliharaan.
Memahami penggunaan work order.
Memahami dasar pengelolaan aset.
Memahami prinsip keselamatan kerja pemeliharaan.
Memahami dasar pengelolaan suku cadang.
Kompetensi Teknis Spesialis
Pemeliharaan Mekanis
Pemeliharaan mesin diesel.
Pemeliharaan sistem transmisi.
Pemeliharaan sistem powertrain.
Pemeliharaan sistem hidraulik.
Pemeliharaan sistem pneumatik.
Pemeliharaan pompa.
Pemeliharaan bearing.
Pemeliharaan gearbox.
Pemeliharaan peralatan berputar.
Pelumasan.
Penyelarasan poros (shaft alignment).
Kompetensi Non-Teknis
Kemampuan memecahkan masalah.
Kemampuan berpikir analitis.
Ketelitian dan perhatian terhadap detail.
Kemampuan melakukan diagnosis teknis.
Kemampuan mengambil keputusan.
Kemampuan bekerja dalam tim.
Komunikasi teknis.
Manajemen waktu.
Kemampuan mengatur prioritas.
Kemampuan bekerja di bawah tekanan.
Kemampuan menyusun laporan.
Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi.
Pendidikan
Pendidikan Utama
Teknik Mesin
Teknik Elektro
Teknik Mekatronika
Teknik Instrumentasi
Teknik Otomasi
Teknik Industri
Teknik Pertambangan
Teknik Metalurgi
Teknik Kimia
Teknik Fisika
Teknik Energi
Teknik Perawatan dan Perbaikan Mesin
Teknik Alat Berat
Teknik Otomotif
Teknik Pembangkit Tenaga Listrik
Teknik Konversi Energi
Teknik Manufaktur
Teknik Material
Bidang teknik lain yang relevan.
Pendidikan Pendukung untuk Posisi Tertentu
Program Diploma Teknik Mesin.
Program Diploma Teknik Elektro.
Program Diploma Teknik Mekatronika.
Program Diploma Teknik Instrumentasi.
Program Diploma Teknik Otomotif.
Program Diploma Teknik Alat Berat.
Program Diploma Teknik Perawatan dan Perbaikan.
Program vokasi pemeliharaan alat berat.
Program vokasi mekanik alat berat.
Program vokasi kelistrikan industri.
Program vokasi instrumentasi dan kontrol.
Software yang Digunakan
Software menurut bidang penggunaan
CMMS dan Enterprise Asset Management
SAP Plant Maintenance (SAP PM)
IBM Maximo
Oracle Enterprise Asset Management (Oracle EAM)
Pronto Xi
Fiix CMMS
Perencanaan dan Penjadwalan
Microsoft Project
Primavera P6
Microsoft Excel
Analisis Keandalan dan Kondisi
ReliaSoft
DINGO
Software Analisis Getaran
Software Analisis Oli
Desain dan Dokumentasi Teknik
AutoCAD
Autodesk Inventor
SolidWorks
EPLAN
Analisis Data dan Pelaporan
Microsoft Power BI
Python dan R
Pelatihan Relevan
Pelatihan Teknis
Pelatihan dasar pemeliharaan alat berat.
Pelatihan pemeliharaan mesin diesel.
Pelatihan sistem powertrain.
Pelatihan sistem hidraulik.
Pelatihan sistem pneumatik.
Pelatihan pemeliharaan sistem pendingin.
Pelatihan pemeliharaan sistem bahan bakar.
Pelatihan pemeliharaan peralatan mekanis.
Pelatihan pemeliharaan peralatan berputar.
Pelatihan pemeliharaan pompa dan gearbox.
Pelatihan pelumasan.
Pelatihan shaft alignment.
Pelatihan balancing.
Pelatihan pemeliharaan sistem kelistrikan.
Pelatihan motor dan generator listrik.
Pelatihan sistem distribusi tenaga.
Pelatihan pemeliharaan sistem tegangan tinggi dan rendah.
Pelatihan instrumentasi.
Pelatihan kalibrasi instrumen.
Pelatihan PLC dan SCADA.
Pelatihan sistem kontrol dan otomasi.
Pelatihan pemeliharaan crusher dan conveyor.
Pelatihan pemeliharaan fasilitas pengolahan.
Pelatihan perencanaan dan penjadwalan pemeliharaan.
Pelatihan penggunaan CMMS.
Pelatihan manajemen aset.
Pelatihan Reliability-Centered Maintenance (RCM).
Pelatihan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA).
Pelatihan analisis akar penyebab.
Pelatihan pemeliharaan berbasis kondisi.
Pelatihan pemeliharaan prediktif.
Pelatihan analisis getaran.
Pelatihan termografi.
Pelatihan analisis oli.
Pelatihan Non-Destructive Testing (NDT).
Pelatihan perencanaan dan pelaksanaan shutdown.
Pelatihan pengelolaan suku cadang.
Pelatihan Keselamatan
Induksi keselamatan pertambangan.
Keselamatan kerja pemeliharaan.
Identifikasi bahaya dan penilaian risiko.
Pengendalian energi berbahaya (Lockout/Tagout atau LOTO).