Identitas Teknis
- Nama Komoditas
- Granit
- Nama Internasional
- Granite
- Kategori
- Mineral Non-Logam
- Kelompok Mineral
- Batuan Beku Intrusif (Igneous Intrusive Rock)
- Komposisi Utama
- Kuarsa (Quartz), Feldspar, Mika
- Mineral Penyusun Utama
- Kuarsa (SiO₂), Feldspar (Ortoklas & Plagioklas), Biotit, Muskovit, Hornblende
- Warna
- Putih, abu-abu, merah muda, kemerahan, hitam, hingga kehijauan
- Kekerasan (Mohs)
- 6 – 7
- Proses Pembentukan
- Kristalisasi magma secara perlahan di bawah permukaan bumi
Karakteristik
| Karakteristik | Keterangan |
|---|---|
| Warna | Putih, abu-abu, merah muda, hitam, kehijauan |
| Kilap | Kaca hingga kusam |
| Kekerasan | 6 - 7 Mohs |
| Berat Jenis | ± 2,63–2,75 g/cm³ |
| Komposisi Utama | Kuarsa, Feldspar, Mika |
| Tekstur | Berbutir kasar (Phaneritic) |
| Ketahanan | Sangat kuat terhadap tekanan, goresan, dan pelapukan |
| Daya Serap Air | Rendah |
Jenis-jenis
Terdapat 4 jenis dari granit ini, seperti:
Granit Putih (White Granite)
Didominasi oleh mineral feldspar berwarna terang dan kuarsa.
Granit Merah (red granite)
Mengandung feldspar kalium dalam jumlah tinggi.
Granit Hitam (black granite)
Didominasi oleh mineral mafik seperti biotit dan hornblende.
Granit Abu-abu (grey granite)
Merupakan jenis granit yang paling banyak ditemukan.
Metode Penambangan
| Metode | Keterangan |
|---|---|
| Quarry Mining | Metode utama menggunakan sistem tambang terbuka |
| Diamond Wire Saw | Pemotongan blok granit menggunakan kawat berlian untuk menghasilkan blok utuh |
| Chain Saw Cutting | Digunakan pada beberapa tambang dengan kondisi batuan tertentu |
| Controlled Blasting | Peledakan terkendali untuk meminimalkan kerusakan pada blok granit |
Kegunaan
| Bidang | Pemanfaatan |
|---|---|
| Konstruksi | Lantai, dinding, tangga, dan fasad bangunan |
| Infrastruktur | Agregat jalan, jembatan, dan pondasi bangunan |
| Dekorasi Interior | Countertop, meja dapur, wastafel, dan lantai premium |
| Monumen | Batu nisan, prasasti, dan monumen nasional |
| Arsitektur | Material bangunan bertingkat dan gedung perkantoran |
| Industri | Batu pecah (crushed stone) untuk beton dan aspal |
Dampak Lingkungan
Dampak yang perlu dikelola
- Perubahan bentang alam akibat pembentukan area tambang terbuka
- Hilangnya vegetasi dan habitat alami
- Debu dari proses pemotongan dan penghancuran batu
- Kebisingan dari alat berat dan mesin pemotong
- Timbulan limbah batu (stone waste) dari proses pemotongan
Upaya mitigasi
- Reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang
- Pemanfaatan limbah granit sebagai agregat konstruksi dan bahan baku beton
Data Indonesia
Daerah penghasil serta statistik cadangan, sumber daya, atau kapasitas yang tersedia.
Daerah penghasil
Kalimantan Barat
Bengkayang, Sanggau, dan Singkawang
Kepulauan Bangka Belitung
Bangka dan Belitung
Kepulauan Riau
Karimun dan Bintan
Lampung
Tanggamus
Sulawesi Tengah
Donggala
Sumatera Utara
Tapanuli dan sekitarnya
Cadangan dan sumber daya
2024 · Cadangan
1.298,8 juta ton
Bahan baku komoditas (Granit)
Cadangan nasional granit; status data 31 Desember 2024.
Produksi Dunia
Peringkat negara berdasarkan basis dan satuan asli sumber.
Produksi tambang dunia
2024 · not comparable
Sumber pemeringkatan yang dapat diverifikasi belum tersedia untuk komoditas ini.
Tidak tersedia seri produksi antarnegara yang seragam dan dapat diperlakukan sebagai peringkat baku.
Perusahaan Tambang Utama
Produsen terverifikasi beserta wilayah operasinya.
PT Karimun Granite
Karimun, Kepulauan Riau
PT Adiguna Granit Lestari
Karimun, Kepulauan Riau
PT Pacific Granitama
Kepulauan Bangka Belitung
PT Vitrama Properti & Stone Industry
Kepulauan Bangka Belitung
Sumber dan Referensi
Rujukan publik dan terverifikasi yang terhubung dengan materi serta data Granit.
Data yang Terverifikasi
Informasi ditampilkan sesuai data publik yang telah tersedia tanpa membuat estimasi baru.
Tanya MineBot AI
Gunakan entry point MineBot pada halaman untuk mendalami informasi tentang Granit. Konteks pertanyaan otomatis akan ditambahkan setelah integrasi percakapan tersedia.
Informasi MineBot
