Identitas Teknis
- Nama Komoditas
- Batubara
- Nama Internasional
- Coal
- Kategori
- Energi
- Kelompok Mineral
- Bahan Galian Energi Fosil
- Komposisi Utama
- Karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Sulfur (S), dan mineral anorganik
- Warna
- Cokelat tua hingga hitam
- Kekerasan (Mohs)
- 1 – 3
- Proses Pembentukan
- Pembusukan sisa tumbuhan purba yang mengalami tekanan dan temperatur tinggi selama jutaan tahun (coalification)
Karakteristik
| Karakteristik | Keterangan |
|---|---|
| Warna | Cokelat tua hingga hitam |
| Kilap | Kusam hingga mengilap |
| Kekerasan | 1 - 3 Mohs |
| Berat Jenis | ± 1,1–1,5 g/cm³ |
| Kandungan Karbon | ± 25–95% |
| Nilai Kalori | ± 2.500–7.500 kcal/kg |
| Kandungan Abu | Bervariasi (5–20%) |
| Kandungan Sulfur | Rendah hingga tinggi tergantung lokasi endapan |
Jenis-jenis
Terdapat 4 jenis batubara ini, seperti:
Lignit (Lignite)
Merupakan batubara muda dengan tingkat pembatubaraan paling rendah.
Subbituminus (Sub-bituminous)
Jenis batubara yang paling banyak ditemukan di Indonesia.
Bituminus (Bituminous)
Memiliki kandungan karbon lebih tinggi.
Antrasit (Anthracite)
Merupakan batubara dengan kualitas tertinggi.
Metode Penambangan
| Metode | Keterangan |
|---|---|
| Open Pit Mining | Metode paling banyak digunakan di Indonesia karena sebagian besar endapan berada dekat permukaan |
| Strip Mining | Digunakan pada endapan yang relatif datar dan memanjang |
| Underground Mining | Digunakan pada endapan yang berada di kedalaman besar |
| Highwall Mining | Digunakan sebagai lanjutan tambang terbuka pada kondisi tertentu |
Kegunaan
| Bidang | Pemanfaatan |
|---|---|
| Pembangkit Listrik | Bahan bakar PLTU |
| Industri Baja | Bahan baku kokas (coking coal) |
| Industri Semen | Sumber energi untuk proses pembakaran klinker |
| Industri Kimia | Gasifikasi menjadi syngas, metanol, amonia, dan DME |
| Industri Kertas | Sumber energi pada proses produksi |
| Industri Keramik | Bahan bakar tungku pembakaran |
| Hilirisasi | Liquefaction dan gasification untuk menghasilkan bahan bakar sintetis |
Dampak Lingkungan
Dampak yang perlu dikelola
- Perubahan bentang alam akibat tambang terbuka
- Deforestasi dan hilangnya habitat satwa
- Air asam tambang (Acid Mine Drainage/AMD)
- Pencemaran udara akibat debu dan emisi
- Emisi gas rumah kaca dari pembakaran batubara
- Penurunan kualitas air permukaan dan air tanah
Upaya mitigasi
- Reklamasi dan revegetasi lahan pascatambang
Data Indonesia
Daerah penghasil serta statistik cadangan, sumber daya, atau kapasitas yang tersedia.
Daerah penghasil
Aceh
Aceh Barat dan Nagan Raya
Bengkulu
Bengkulu Tengah dan Bengkulu Utara
Jambi
Sarolangun, Bungo, dan Tebo
Kalimantan Selatan
Tabalong, Balangan, Tanah Bumbu, dan Kotabaru
Kalimantan Tengah
Murung Raya, Barito Utara, dan Barito Selatan
Kalimantan Timur
Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Berau, dan Paser
Kalimantan Utara
Malinau, Bulungan, dan Nunukan
Sumatera Selatan
Muara Enim, Lahat, dan Musi Banyuasin
Cadangan dan sumber daya
Produksi Dunia
Peringkat negara berdasarkan basis dan satuan asli sumber.
Produksi tambang dunia
2024 · raw material
- 1Tiongkok4.758.962.000 t
- 2India1.013.000.000 t
- 3Indonesia836.120.000 t
- 4Amerika Serikat464.976.582
Perusahaan Tambang Utama
Produsen terverifikasi beserta wilayah operasinya.
PT Kaltim Prima Coal
Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur
PT Adaro Indonesia
Tabalong dan Balangan, Kalimantan Selatan
PT Berau Coal
Berau, Kalimantan Timur
PT Arutmin Indonesia
Tanah Bumbu dan Kotabaru, Kalimantan Selatan
PT Bukit Asam Tbk
Tanjung Enim, Muara Enim, Sumatera Selatan
Sumber dan Referensi
Rujukan publik dan terverifikasi yang terhubung dengan materi serta data Batubara.
Jelajahi Data Intelligence
Lihat indikator produksi, harga, dan tren yang tersedia dalam modul Intelligence MineVision.
Buka Intelligence BatubaraTanya MineBot AI
Gunakan entry point MineBot pada halaman untuk mendalami informasi tentang Batubara. Konteks pertanyaan otomatis akan ditambahkan setelah integrasi percakapan tersedia.
Informasi MineBot
